(2) Kyushu Halal Tour : Chowa~ Harmonisasi dalam Tea Ceremony

Tea ceremony kali ini bertempat di Shofuen.

Bangunan bukan hanya sekedar struktur fisik yang melibatkan kayu, semen dan batu. Apapun dapat memiliki makna dan filosofi. Pernahkah anda berpikir, seorang tamu yang hadir ke rumah kita, ia mengamati taman dan ruang tamu, lalu berpikir seperti apa orang yang mengelola rumah tersebut?

Penulis di depan momiji dan latar belakang rumah tradisional
Penulis di depan momiji dan latar belakang rumah tradisional

Tea ceremony di Jepang menggabungkan beberapa unsur seperti bangunan, taman dan ruang-ruang. Taman dihiasai batu yang menyerupai gunung Fuji dengan 5 danau di sekelilingnya, perdu menggambarkan hutan dan rerumputan melukiskan semenanjung atau daratan.

Basuh muka dan tanganmu sebelum masuk
Basuh muka dan tanganmu sebelum masuk
air hujan yg jatuh ke rumput ini, akan menghasilkan gaung rintik yg merdu
air hujan yg jatuh ke rumput ini, akan menghasilkan gaung rintik yg merdu
The Guide & Master Tea
The Guide & Master Tea

Taman luar, tamu masih diizinkan berbincang tertawa, semakin masuk ke dalam maka harus melepaskan semua masalah. Bersikap lebih tenang dan sopan, membersihkan hati dan pikiran dari masalah untuk mengikuti tea ceremony.

Cara masuk ruang tea ceremony
Cara masuk ruang tea ceremony
cankir utk upacara minum teh
cankir utk upacara minum teh

Pintu masuk, cara berjalan, cara menuang teh, cara memakan 3 butir kue wagashi serta memutar teh memiliki makna tersendiri. Tuan rumah sangat memuliakan tamu , dan tamu pun megnhargai tuan rumah dengan menghabiskan jamuan yang disajikan.

Menyiapkan teh dalam keheningan
Menyiapkan teh dalam keheningan
Kue wagashi manis legit sebelum menyantap ocha yg kental
Kue wagashi manis legit sebelum menyantap ocha yg kental

#kyushuhalaltour

Leave a Comment