Catatan Sayembara Novel DKJ 2025 (1)
Sabda Naga Sarpa?
Dengan kode huruf S.Y.W.
Tidak percaya.
Beberapa orang men-tag-ku di IG dan menjapriku. Meski itu judul naskah yang kukirimkan utk DKJ 2025, rasanya tak percaya sampai benar2 mendapatkan email dari panitia SNDKJ 2025.


Satu yang terlintas di pikiranku saat itu :
“Apa sebetulnya rencana Tuhan untukku?”
Aku mengirimkan 2 naskah DKJ 2025 tahun ini.
Naskah 1, setting kultural banget.
Naskah 2, Sabda Naga Sarpa, setting fantasi Jawa Nusantara.
Kukirimkan naskah 1 sekitar jam 23.30 ke email DKJ di tanggal 30 Juni. Mepet banget! Biasanya aku nggak suka kirim mepet kalau ikut lomba. Tapi karena 2025 penuh drama dalam hidupku (putri bungsuku masuk RS, akhir Juni 2025 aku sakit agak lama hingga gak bisa bangun) , maka terpaksa kukirimkan naskah 1 mepet deadline.
Aku gak dapat email balasan!
Panik. Kukirimkan 3x, tetap gak ada email balasan.
Jelang jam 23.59, akhirnya kuputuskan mengirimkan naskah DKJ 2023 yang gak lolos : Sabda Naga Sarpa.
Ada email balasan masuk ketika aku mengirimkan Sabda Naga Sarpa. Pikiran dan perasaanku gak keruan. Apakah naskah 1 sampai ke panitia? Kenapa hanya Sabda Naga Sarpa yang mendapatkan email balasan?
Aku menyalahkan diri sendiri : “makanya! Kalau kirim karya jangan mepet2. Pasti website nya error karena banyak orang kirim mepet waktu.”
Apapun itu…bismillah.
Sepanjang Juli hingga November, doaku tiada putus untuk naskah 1. Aku sudah menempuh jalur bumi dg berupaya mengumpulkan referensi, membaca buku2 pemenang lomba, menyusun outline, membaca jurnal2 antropologi daaaan lain-lain. Berikutnya tinggal jalur langit dengan banyak berdoa.
Hanya setipis doaku untuk Sabda Naga Sarpa.
Tapi Tuhan…selalu punya kejutan dan peta tak terduga untuk hambaNya. Duluuu…di tahun 2023 aku pun melakukan hal yg sama terkait Sabda Naga Sarpa. Aku menyusun naskah sekuat upayaku. Salah satu upaya yg kulakukan adalah memelajari perbedaan naga Jawa, naga China, naga Eropa. Sempat kupikir bahwa naga di mana-mana sama, sehingga dalam sebuah adegan ada scene bahwa naga Jawa-ku melemparkan bola api dari mulutnya.
Ketika naskah SNS separuh jadi dan kubaca2 referensi kembali, terpaksalah kuubah beberapa bagian : naga Jawa gak bersayap, gak bercakar, gak mengeluarkan api! Warna naga Jawa bukan hitam atau abu2, tapi hijau tua.
Aku gak tahu kenapa Tuhan menyimpan doa dan upayaku terkait naskah 1. Mungkin (dan tentu Dia Maha Melihat), Allah tahu upayaku. Doa-doaku. Tangis airmataku. Kekecewaanku ketika ternyata SNS gak lolos 2023.

Tapi tahukah kamu apa hikmah di balik itu semua?
Allah Maha Baik. Tuhanlah Sehebat-hebat Pembuat Rencana.
Jikalau SNS – Sabda Naga Sarpa lolos 2023, tentu aku tidak mendapatkan kesempatan sebaik sekarang. 2025 adalah moment 50 tahun SNDKJ.

Bersamaan dengan moment ini, ada beberapa hal yang menjadi keberkahan tersendiri :
>Coaching clinic, naskah2 15 nominasi diarahkan dan dikoreksi (sebetulnya dibantai sih…tapi kami benar2 belajar apa kekurangan naskah kami) oleh para juri seperti bu Oka Rusmini, mbak Ramayda Akmal dan mas Harry Isra.
>Coaching clinic oleh pakar IP – Hetih Rusli. Bgm mata kami terbuka, bahwa naskah pemenang sayembara belum tentu mulus akan difilmkan. Beliau memberi tahu bgm naskah2 yg bisa difilmkan dan sayangnya naskah2 sastra terlalu berat utk bisa difilmkan (oh…okedeh. Jadi belajar)
>Coaching clinic dari MTN oleh pak David dan mas Aan Mansyur. Memberikan coaching tentang “kutukan 2% atau kutukan 3%” yang mengerikan. Bahkan jika diterjemahkan, naskah2 kami harus bersaing ketat dngan para penulis internasional dan peluang 2% itu harus diperebutkan dengan penulis Jerman, Spayol, Italia dll. (Wow…terdengar naskah kami sepertinya punya peluang nol koma nol nol nol sekian persen yah)
>Coaching clinic dari mbak Ratih dan mbak Ninus : bagaimana naskah yg sudah lolos DKJ sekalipun, tetap harus dibaca dan diedit. Naskah itupun harus bertemu penerbit yang cocok. Penerbit gak selalu langsung tertarik dengan naskah pemenang lomba, kalau ternyata pangsa pasarnya gak ada (hiks…hiks..hiks…jangan nangis untuk kesekian kalinya, wahai diriku!)
Apakah kamu sama hopelessnya seperti aku?
Hmmmm, jangan ya! Ada beberapa ilmu yang benar-benar kudapatkan dari para mentor keren ini
*Boleh liar dalam berkarya, tertiblah di kehidupan nyata (Oka Rusmini) . Artinya, kehidupan seorang penulis harus tertib dg disiplin, kesehatan, pengaturan finansial dan relasi sosial. Kita boleh berimajinasi liar dalam berkarya, tapi di kehidupan nyata berbeda dengan karya kita
*Fokuslah pada karya tertentu, jika telah tampak jejaknya (Oka Rusmini). Kurang lebih demikian ya kata beliau. Artinya kalau kita sudah menang di DKJ, cobalah utk menulis karya2 dengan tema yg memang menjadi ciri khas penulis dan tema yang kita kuasai. Gak usah tergiur dengan penulis lain yang mungkin punya cuan besar dari tema berbeda
*Perhatikan karakter, dialog, konflik, setting, plot jika ingin karya difilmkan (Hetih Rusli). Karya2 Mira W adalah karya yg paling banyak difilmkan karena kuat di karakter & dialog.
*Premis yang kuat sangat penting bagi karya (Hasan Asfahani). Premis yang kuat akan membuat cerpen pun bisa menjadi novel dan bisa difilmkan. Contoh premis yg kuat ada di Belajar Mengarang- Seno GA dan Corpus Uterus-Sasti Gotama.
Buat kamu yang naskahnya belum lolos DKJ 2025, perbaikilah naskahmu ya untuk ikut DKJ 2027. Tuhan sedang bekerja dalam diam terkait usaha kita dan doa-doa kita.
Kenapa Sabda Naga Sarpa gak lolos DKJ 2023, dan bisa lolos DKJ 2025?
Aku ingat caption dan pengumuman lomba DKJ tiap kali diselenggarakan. Ini bisa menjadi kunci keberhasilan nasakah kita menjadi pemenang.
“Setiap kali Sayembara Novel DKJ, panitia selalu memilih juri yang berbeda-beda. Sehingga naskah pemenang setiap kali sayembara diadakan, akan berbeda-beda jenisnya.“
(Bersambung…)
#sayembaranoveldkj2025 #sayembaranovel #dkj #2025 #dkj2025 #fiksi #fiction #fantasinusantara #fantasy #author #writer #penulis #literacy #literasi #femaleauthor #penulisperempuan #sabdanagasarpa
