Kurulus Osman : Film Sejarah yang Indah

Anda penikmat serial Kurulus Osman?

Wah, sama dong kalau gitu.

Gegara disebutkan sebagai lanjutan dari Ertugrul, saya dan keluarga nunggu-nunggu banget. Gak sempat nonton Ertugrul, tapi kali ini berusaha menyempatkan diri tiap malam nonton Kurulus Osman. Serius, film ini ngobatin hati saya yang sempat berkeping-keping (jiaaah) kecewa dengan Abad Kejayaan atau King Suleiman atau Muhtesem Yuzyil. Film King Suleiman lebih banyak adegan romansa yang gak bagus ditonton sbg film keluarga. Apalagi dilihat anak dan remaja.

Ini beberapa kelebihan Kurulus Osman  yang tayang hampir tiap hari di Net TV. Film ini bercerita tentang cikal bakal dinasti Ottoman. Mengambil tema besar suku Kayi, yang tengah berjuang melawan Mongolia dan Byzantium sekaligus

  1. Bertabur kata filosofis nan indah
  2. Kisah cinta romansa yang apik
  3. Nasihat yang tak dogmatis
  4. Alur asyik buat anak & remaja
  5. Perseteruan para perempuannya keren!
  1. Kata filosofis nan indah

Baru kali ini saya nonton film bawa catatan! Lha, gimana nggak? Setiap serinya selalu ada kalimat-kalimat yang menohok. Puitis. Indah. Filosofis. Kata-kata itu bahkan muncul dalam beragam adegan berikut :

  • Ketika akan bertarung dengan musuh
  • Ketika sedang diplomasi
  • Ketika sedang musyawarah
  • Ketika menyusun taktik dan tipu muslihat
  • Ketika sedang jatuh cinta
  • Ketika sedang cemburu

2. Kisah romansa Osman – Bala Hatun

Bala dan Hurrem sama-sama love interest dari tokoh besar. Tapi di film KO penggambarannya sangat bertolak belakang ( saya bicara filmnya ya, bukan sejarah aslinya). Sulayman dan Hurrem sangat hot kisah cintanya, sampai merinding nonton gegara adegan2nya …aduh. Di film KO, percakapan antara Osman dan Bala dipenuhi kiasan. Nasihat. Semangat.

Suatu ketika Bala menjelaskan, ia akan pergi dari Osman karena rahimnya rusak setelah bertempur melawan Mongolia. Perutnya luka parah. Ia tak akan bisa punya anak. Apa jawaban Osman? Singkat. Tanpa banyak bumbu cinta.

“Bala, engkau adalah doa-doaku.”

Jiaaaah.

Saya dan anak-anak berseru nyaring sembari berkaca-kaca. Nih cowok keren abizz.

Emang Osman mempertahankan Bala kenapa sih? Gegara dia cantik doang? Wuah, enggak dong.

Bala Hatun itu :

  • Putri syaikh Edebali yang terkemuka (aku mencantumkan nama Edebali dalam serial Takudar)
  • Ahli bermain pedang dan  menelusuri jejak
  • Setia pada suku Kayi
Pernikahan Osman dan Bala Hatun. Tanpa kissing or flirting!

3. Nasihat tak dogmatis

Setiap serialnya, pasti ada nasihat-nasihat yang …mak jleb! Hadeeeeh. Bikin nangis. Bikin mewek. Bikin hati teriris-iris.

Misalnya di salah satu sesi ini.

Suatu saat murid Syaikh Edebali nanya, kok mereka menelusuri hutan capek-capek buat apa? Kan sudah enak tinggal di pemukiman Suku Kayi. Terhormat, dihormati, tinggal nunggu murid dan kekayaan juga datang sendiri.

Syaikh Edebali menceritakan sebuah kisah.

“Ada seorang lelaki yang sudah hidup nyaman, terhormat di kaumnya, tapi dia mencari masalah. Dia naik ke bukit dan merenung.”

Tidak ada yang salah dengan kehidupan kaumnya. Semua baik-baik saja. Kehidupan berjalan demikian murni dan berjaya. Tetapi lelaki itu, ‘menciptakan masalah’. Dan pada akhirnya, ia harus menyelesaikan masalah.

“Begitulah kaum muslimin. Dia harus mencari masalah, dan harus menyelesaikannya.”

Hiks…kami berkaca-kaca.

Makna ‘mencari masalah’ ini bukan trouble maker. Tapi benar-benar mencari ‘masalah’ yang ada di tengah masyarakat.

Duh, saya susah jelasinnya. Pokoknya, mata kami kayak tersihir kalau udah nonton film ini. Lihat Syaikh Edebali ngomong…bukan kayak ceramah agama. Padahal isinya nasihat. Lelaki ‘pencari masalah’ yang dimaksudkan beliau adalah baginda Nabi Saw.

Syaikh Edebali & putrinya, Bala Hatun

Sama seperti Suku Kayi yang sudah hidup tenang dan merdeka di perbatasan. Tapi Ertugrul dan Osman ‘cari masalah’ karena di luar sana ada masalah besar yang diciptakan Mongolia & Byzantium.

Hidup kita bukan menghindari masalah.

Tapi mencari masalah.

Dan menyelesaikannya.

Untuk poin 4 dan 5, nggak usah dijelasin ya? Mending nonton sendiri. Insyaallah film ini aman buat anak-anak dan remaja. Meski kalau anak SD perlu didampingi karena ada adegan perkelahian dan pertempuran.

Saya penikmat film. Barat, Jepang, Korea, Thailand, Indo, India, Perancis, Rusia, dll. Pokoknya kalau filmnya asyik, akan diupayakan untuk nonton. Tapi gak ada film yang kata-kata, kalimat-kalimatnya, menancap begitu dalam. Atau, tak ingin kami lupakan sampai-sampai harus bawa catatan.

Kalau anda ingin nonton film serial yang cocok ditonton sekeluarga, ada muatan nasihat agama tapi gak membosankan; sekaligus cuci mata lihat wardrobe keren; tontonlah KURULUS OSMAN!

Gonca, Aygul, Bala
Dua perempuan yang berseteru memperebutkan cinta Osman. Tapi perselisihan keduanya nggak norak, bahkan ketika berantem pun penuh kata filosofis.

Serial Kurulus Osman tayang di Net TV setiap Senin – Jumat dan 21.00 – 22.00 (Dulu jam 20.00 – 21.00)

Leave a Comment