8 Keindahan Sastra Al Quran

Quran indah, sangat berseni? Saya tahu, tapi tak mampu menjelaskan secara detil mengapa ia indah. Membaca Atlas Budaya Islam karya sejoli syahid syahidah (insyaAllah) Ismail Faruqi dan Lois Lamya Faruqi, mau tak mau saya ingin menuliskannya secara ringkas dan membagikannya kepada anda. Saya bukan sastrawan, hanya seorang penulis yang kata pak Maman S. Mahayana dalam ...

Read more

Menghafal Al Baqarah

Alhamdulillah, pada 19 Februari 2013 telah sampai menghafalkan al Baqarah hingga ayat ke 283. Lho, kan al Baqarah sampai ayat 286? Bagi yang suka membaca al ma’tsurot, mungkin akan terbiasa membaca al Baqarah 1-5, 255-257 , juga 284-286. Legaaaa rasanya. Selama 2 tahun lebih berjuang menghafalkan surah paling panjang dari Quran. Tentu, banyak bagian yang ...

Read more

Dusta Putih, Cantik Merona, Aura Quran

Dalam Child Development, Elizabeth Hurlock mengutip pendapat Helson tentang kreativitas pada anak-anak. Anak yang kreatif menunjukkan minat dan pengalaman dalam bidang imajinatif, melukis, mengarang cerita atau bermain sandiwara. Di sisi lain Torda berpendapat bahwa kreativitas bukan hanya bergantung pada potensi bawaan khusus tetapi juga pada mekanisme mental. Ekspresi kreativitas pada masa kanak ditandai dengan Animisme, ...

Read more

Cerita Anak & Al Baqarah

Waktu masuk kelas tahfiz dan ustadz kami mewajibkan untuk menghafal dari juz 1, saya betul-betul kecut. Juz 1? Yang panjang itu? Yang isi ceritanya tentang sapi betina, hukum jual beli, dll? Ampun deh, saya nggak sanggup… Tapi bagaimana lagi, masak tiap pekan mau bilang, “…maaf ustadz, saya belum hafal. Susah betul!” 1 tahun berlalu Alhamdulillah. ...

Read more

Mau Rezeki Lebih Baik : Jodoh, Peluang Rezeki? Sstt, Coba Hafalkan Quran!

Mau Rezeki Lebih Baik : Jodoh, Peluang Rezeki? Sstt, Coba Hafalkan Quran!

   

            Memory ini cukup lama mengendap, sayangnya tidak kutuliskan, hingga sanad dan siapa yang meriwayatkan aku lupa. Tetapi inti ceritanya insyaAllah masih terekam jelas. Dialog dan alur cerita, aku luweskan agar lebih mudah dimengerti.

 1. Ibu dengan 7 anak yang menghafal Quran, rezeki tak disangka!

Read more

Ustadzah Yoyoh Yusroh dan aku : Impian kami tentang Gaza

Ustadzah Yoyoh Yusroh dan aku : Impian kami tentang Gaza


Pertama kali bertatap muka, adalah ketika aku dan suami masih tinggal di Medan, sekitar tahun 1995.

Ustadzah datang atas undangan sebuah acara, dengan segala kesederhanaannya beliau bercerita tentang da’wah. Aku sempat bertanya, bagaimana anak-anak jika ditinggalkan untuk berda’wah? Bukankah sebagai ibu kita juga harus mengawasi anak-anak?

Aku masih ingat betul nasehat beliau, kurang lebih demikian : “…..kalau kita titipkan pada Allah SWT, insyaAllah akan dijaga.”

Apa yang menjadi keyakinan beliau, terbukti. Berapa banyak anak yang ditunggui ibunya, tapi tidak tumbuh dalam keimanan? Beliau meninggalkan anak-anaknya untuk urusan da’wah dan insyaAllah, anak-anak beliau tumbuh dengan baik. Tentu, pendapat ini bukannya menghimbau semua muslimah keluar rumah, tetapi ketika panggilan da’wah adalah keharusan dan tidak ada orang lain, maka kemana lagi menitipkan keluarga dan anak-anak jika bukan kepada Yang Maha Penjaga?

Read more

Kelas Tahsin? Ih, memalukan…..!

Setiap pagi, anak-anak kuminta setor hafalan.

Nis masih di juz 30, Ahmad masuk juz 29 sementara Ayyasy juz 1. Inayah sendiri kuberi dispensasi sebab di kelas 3 SMP kesibukannya terlalu padat. Setidaknya, setiap malam dan ba’da Shubuh kuminta anak-anak meramaikan rumah dengan bacaan Quran.

Aku sendiri termasuk orang yang suka menghafal, terutama untuk surat-surat yang terkait dengan amal sholih dan jannah-jahannam. Setiap pagi atau sore, sembari menyusuri jalan Nginden-Bratang-Ngagel-Pucang- hingga sekolah Inayah lalu kembali ke rumah kami di daerah Rungkut; kulafazkan Sab’atul Munjiat. Membaca Quran sepanjang jalan kuharap bisa menenangkan fikiran agar tak gugup saat melintasi padat nya lalu lintas Surabaya.

Read more