#16 Catatan Seoul : Osulloc 오 설 록, Cafe Teh Hijau Unik dari Jeju 제주Island

  Untungnya program Seoul Art Space Yeonhui dan ASIA journal magazine ini  diadakan Ramadan. ASIA journal magazine ini yang telah memilih cerpen saya Sedekah Minus untuk diterjemahkan dalam bahasa Inggris dan Korea. Kalau  tidak, wah, sulit rasanya menolak teh aneka rasa serta kue-kue yang lezat dipandang mata dan  sepertinya lezat dikunyah lidah. Osulloc 오 설 ...

Read more

#15 Catatan Seoul : Apa saja Kegiatan Ramadan di Seoul?

  Meski Ramadan di negeri orang pasti tidak sama dengan negeri sendiri, banyak hal unik yang dapat kita temui disana. Justru, tantangan untuk berpuasa lebih terasa sebab minoritas jumlah kaum muslimin menyebabkan masyarakat umum tidak menyadari kita tengah menahan lapar dan dahaga sepanjang hari. Untuk muslimah, ada acara pertemuan muslimah muslim Indonesia sehari sebelum Ramadan. ...

Read more

#13 Catatan Seoul : Perkosaan hingga Cinta Pasca Menikah

Diskusi dengan tuan PD atau Pankaj Dubey ini dapat melebar kemana-mana. Mungkin, pembicaraan kami tertolong oleh bahasa Inggris. Saya ingin sekali banyak berdiskusi dengan Profesor Batkhuyag, sayangnya beliau hanya bisa berbahasa Russia dan Mongolia. Yah, saya hanya bisa berucap : Zdravstvuite, menya zovut Sinta. Priyatno poznakomit’sya.   Diskusi dengan PD berkembang ketika ia menyampaikan tentang ...

Read more

#11 Catatan Seoul : Deoksugung Palace

    Istana dari Joseon Dynasty ini sangat luas, indah dan terpelihara. Akses kesana pun sangat mudah bisa naik subway atau naik bus . Kalau dibandingkan dengan kemegahan candi-candi kita, kalah jauh. Membayangkan Borobudur, Prambanan, Singosari yang bangunannya jauh lebih rumit ; istana Deoksugung yang bahkan terbesar ini, masih kalah. Yang dapat dibanggakan masyarakat Korea adalah karena istana ini ...

Read more

#10 Catatan Seoul : Makanan Seoul

  Selama di Seoul, saya sudah mencoba beberapa menu makanan. Tapi nggak semua cocok di lidah sih. Rata-rata, masakan matang beli di sekitar Itaewon. Langganan kami Makan Restaurant. Hehe...ketahuan banget nama warungnya menyasar rakyat Indonesia yang kelaparan sesudah mendaki Itaewon. Letaknya persir di depan Itaewon, agak ke kiri. Harga masakan  per menu rata-rata 10.000 won, ...

Read more

#8 Catatan Seoul : Supaya Tidak Tersesat Naik Bus di Seoul

  Bus adalah alternatif kedua paling  nyaman di Seoul. Insyaallah, jika sudah tahu sedikit jalurnya, relatif aman. Kadang, di beberapa perhentian, penjelasan hanya huruf Hangul. Yang nggak ngerti buta deh. Tapi yang ada penjelasan bahasa Inggrisnya , bisa kita baca. Setiap perhentian (bus stop) selalu ada pemberitahun lewat visual atau audio yang menjelaskan kita sampai ...

Read more

#7 Catatan Seoul : Supaya Tidak Tersesat di Seoul ~ Aplikasi Subway

Saya kapok tersesat! Capek, tahu. Malu lagi, hehe... Salah satu aplikasi yang dapat diunduh adalah ini, Subway Application. Enak banget! Dan nggak perlu koneksi internet atau wifi. Tentunya download dulu aplikasinya pas ada jaringan ya! Tinggal ketik , misal Hongik Station (departure) menuju Anguk Station (arrival). Akan muncul aplikasi naik line berapa, transit dimana, berapa ...

Read more

#6 Catatan Seoul :Tersesat di Seoul ~ harus 3 kali seperti sunnah ke Itaewon!

Masak saya harus mengulang hingga 3 x sih, seperti sunnah, jika yakin nggak tersesat? Tapi  itulah saya hehe... Kali  pertama ke Itaewon Mosque diantar teman, selamat. Kali kedua, hiks...hiks...mau  nangis deh. Kali ketiga, alhamdulillah lancarrrr. Saya cerita yang kedua ya? “Naik 110 B , bis hijau, turun di Hamilton Hotel,” kata teman saya Nabila dan ...

Read more

#5 Catatan Seoul : Tersesat di Seoul ~ Mana Anguk Station?

    Saya jenis orang yang kata suami,navigasinya jelek banget! Patokan  jalan sering tidak akurat : pagar hijau, bangunan tingkat, patung batu. Di Indonesia, masih gampang kalau kesasar. Tinggal tanya orang.Di Seoul? Ketika nanya ke orang : Yeong-geo hal su isseoyo? Do you speak English? ( saya belajar dari Learning Korean for Beginners di youtube) ...

Read more