Siapakah Agus Sofyan, di balik FLP Jawa Timur?

 

Aneh rasanya, jika saya pada akhirnya tidak memperkenalkan sosok yang satu ini, setelah saya menuliskan tentang Lutfi Hakim alias Adam Muhmmad. Sungguh, bukan kampanye premature atau penggalanganmassa. Saya sering merasa sangat berterima kasih kepada para Maskulin di FLP : ustadz Fathoni, ustadz Syukur Mirhan, Aferu Fajar, Faishal, Syahrizal, Faris Khoirul Anam, Mashdar Zainal, Lukman Hadi, Muhsin, mas Bahtiar, mas Haikal…(mohon maaf jika ada yg lupa). Kalau kaum Feminin di FLP sangat banyak, bahkan FLP sempat dijuluki Forum Lingkar Perempuan. Maka kaum Maskulin di FLP ibarat penguat sendi2 FLP alias masih ada tenaga untuk dimintai angkut-angkut barang atau antar jemput kesana kemari 😀

            Suatu saat, ada acara ke yogya.

            Seorang teman muslimah pernah bertanya bertahun lalu : ”…suami mbak gakpapa mbak pergi jauh tanpa anak-anak sama sekali?” begitulah kira-kira.

            Tanpa diminta, sang muslimah tersebut bercerita bla-bla-bla tentang suaminya.

Enaknyaaaaa….

            “Wah, pak Agus tuh setia banget ya, nganter jemput bu Sinta.”

            “Aku mau juga punya suami kayak gitu!”

Read more

Anak yang tak punya apa-apa : tak punya motivasi, tak punya cita-cita, tak mau sekolah dan tak mau bekerja

 Anak yang tak punya apa-apa : tak punya motivasi, tak punya cita-cita, tak mau sekolah dan tak mau bekerja

            Sebuah kasus nyata, saat dosen sedang membahas dinamika kelompok.

            Contoh terkecil adalah keluarga, dimana konsep-konsep behavioristik sederhana berlaku : reinforcement (perkuatan), modeling (meniru), identifikasi.

            Maka kami terpaku ketika sang dosen bercerita sebuah kasus, nyata, nama & tempat disamarkan.

            Sebut namanya Andre ( seperti nama seorang tokokhku di Existere …J) dan Soni. Andre sekitar 20 tahun, adiknya sekitar SMU. Anak pejabat bank , hidup kaya, serbar berkecukupan. Yang mengherankan, Andre tak punya semangat apa-apa. Tak mau sekolah, mogok kuliah, nggak mau kerja. Kerjanya main melulu, menjual apapun yang ada di rumah. Andre nggak peduli, kalau mau ke suatu tempat naik pesawat PP, tinggal minta, tanpa tujuan jelas.

Read more

Pernik-pernik Persiapan Ramadhan

 Bahagianya jadi muslim. Setiap tahun ada waktu jeda, istirahat sejenak, melapangkan hati, memantapkan pikiran. Punya waktu lebih bersama keluarga, berlimpah rezeqi, berlomba dalam kebaikan. Capek memang, mana ada puasa nggak capek? Apalagi biasanya agenda Ramadhan bukannya menyusut, malah berlipat-lipat.

Beberapa pengalaman kecilku di bawah ini mungkin berharga :

1. Mengajak anak-anak puasa Ini masih 29 Juni, sekolah masuk pertengahan Juli. tahu sendiri kan apa keluhan ibu-ibu semasa liburan? “ Anakku di rumah makan dan ngemil melulu! Harus sedia buanyaaakk jajan. Sedikit-sedikit bilang : ada kue nggak? Sudah gitu…berantem aja sama saudara. Namanya lagi nggak ada kegiatan.” Paling2 kegiatan di sini hanya sholat ke masjid, main bersama teman2. Aktivitas sehari2 yang capek di sekolah sedang ditiadakan. Hitung2 memberi waktu para guru buat bernafas lega. Mendidik anak2 sekarang nggak gampang lho…

Anak2 mulai kuberi tahu

Read more

25 Desember, 15 tahun yang lalu…

   Sang ayah Abd Rabbihi, memberikan nasehat kepada Jalal. “Kunasehatkan kepadamu untuk tidak menikahi perempuan yang kaucintai,” kata ayahnya bersimpati. “ Dan, jangan mencintai perempuan yang kaunikahi. Puaslah sekedar mendapat teman dan kasih sayang, dan menjauhlah dari cinta. Cinta itu perangkap!” (Harafisy – Naguib Mahfoudz)             Kalimat ini menarik mata, kustabillo merah sebagai penanda bahwa ...

Read more

Tapi & Meskipun

Jangan biasa gunakan tapi, pakailah meskipun Dosen Psikologi pendidikan kami yang nyentrik, sering bicara sufistik di sela-sela mengajarnya. Ia mengajarkan ha-hal yang baru kudengar. Jangan gunakan tapi, pakailah meskipun! Apa yang ia sampaikan mungkin sama seperti yang tengah kuhadapi. Sama seperti bait-bait syair yang pernah kudengar : jika minta kekayan , Tuhan memberimu pekerjaan jika ...

Read more

14 tahun pernikahan

25 Desember punya makna istimewa bagiku. Tepatnya 25 Desember 1994 aku menikah dengan seorang pemuda asal Tegal bernama Agus Sofyan. Kami sama-sama kuliah di STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara). Aku ambil jurusan Akuntansi, suamiku Pajak.Kami tidak saling mengenal satu sama lain. Ustadz kami yang memperkenalkan lewat foto dan biodata, lalu proses berjalan demikian cepat kurang ...

Read more