PUBER KEDUA : DIALAMI LELAKI ATAU JUGA PEREMPUAN?
MEMANIPULASI TES PSIKOLOGI
Menggagas Sekolah Pra Nikah (Republika, 21 Desember 2011~Sinta Yudisia)
Mau Rezeki Lebih Baik : Jodoh, Peluang Rezeki? Sstt, Coba Hafalkan Quran!
Mau Rezeki Lebih Baik : Jodoh, Peluang Rezeki? Sstt, Coba Hafalkan Quran!
Memory ini cukup lama mengendap, sayangnya tidak kutuliskan, hingga sanad dan siapa yang meriwayatkan aku lupa. Tetapi inti ceritanya insyaAllah masih terekam jelas. Dialog dan alur cerita, aku luweskan agar lebih mudah dimengerti.
1. Ibu dengan 7 anak yang menghafal Quran, rezeki tak disangka!
Anak yang tak punya apa-apa : tak punya motivasi, tak punya cita-cita, tak mau sekolah dan tak mau bekerja
Anak yang tak punya apa-apa : tak punya motivasi, tak punya cita-cita, tak mau sekolah dan tak mau bekerja
Sebuah kasus nyata, saat dosen sedang membahas dinamika kelompok.
Contoh terkecil adalah keluarga, dimana konsep-konsep behavioristik sederhana berlaku : reinforcement (perkuatan), modeling (meniru), identifikasi.
Maka kami terpaku ketika sang dosen bercerita sebuah kasus, nyata, nama & tempat disamarkan.
Sebut namanya Andre ( seperti nama seorang tokokhku di Existere …J) dan Soni. Andre sekitar 20 tahun, adiknya sekitar SMU. Anak pejabat bank , hidup kaya, serbar berkecukupan. Yang mengherankan, Andre tak punya semangat apa-apa. Tak mau sekolah, mogok kuliah, nggak mau kerja. Kerjanya main melulu, menjual apapun yang ada di rumah. Andre nggak peduli, kalau mau ke suatu tempat naik pesawat PP, tinggal minta, tanpa tujuan jelas.
Islamic Psychoterapy – Al Ilaj An Nafs
Apa yang terbayang dalam benak anda ketika mendengar kata Psikologi? Orang gila, tes IQ, Psikoanalisa Freud yang nyeleneh, atau apa?
Awalnya, ketika ingin kuliah lagi di sastra, Suami tidak membolehkan. “Ngapain, Mi? Kalau Psikologi kan bagus buat ilmu mendidik anak-anak.”
Begitulah, setengah terpaksa saya duduk di sana, belajar tentang sejarah Psikologi dan ‘nenek moyang’ Psikologi : Filsafat ( Filsafat Umum, Filsafat Manusia, Filsafat Ilmu & Logika).
Semester I dan II, masih belum tahu mau kemana sekalipun IP Alhamdulillah, 4. Semester III dan IV terus berjalan. Lama-lama semakin penasaran, pun saya tak hanya menelan apa yang diberikan dosen. Literatur lain dari para ulama muslim, kliping koran, jurnal-jurnal psikologi saya coba fahami dan telaah. Belajar, belajar dan terus mencoba mengkaji.

