Sarha Palestina & Solitaire Fukuoka

Raja Shehadeh, penulis Walk on the Vanishing Land menceritakan, kebiasaan yang ditanamkan orang-orang Palestina pada para pemuda : Sarha. Sarha adalah pengembaraan seorang diri, menelusuri padang pasir dan jalan-jalan bebatuan untuk berkunjung ke rumah salah seorang kerabat. Kakek, nenek, paman, bibi atau seorang kenalan dari keluarga. Bukan destinasi yang menjadi patokan, tapi untaian kekayaan yang ...

Read more

#7 Vessel Hotel & Udon Westo : Next Journey to Karatsu

Tiba di Taipei pukul 15.05. Pesawat dijadwalkan berangkat ke Fukuoka jam 17.25. Masih cukup waktu untuk jalan-jalan dan foto-foto, pikir kami. Ternyata, keberangkatan yang seharusnya di A8 diubah ke D1, yang jaraknya cukup jauh. Lagipula, kami lupa memperkirakan bahwa ada selisih waktu antara Indonesia dan Jepang! Indonesia dengan Hongkong dan Taipei, selisih 1 jam. Jika ...

Read more

#6 To Karatsu

Perjalanan menuju #Karatsu Jepang, membutuhkan ketahanan fisik yang prima. China Airlines menjadwalkan berangkat dari Jakarta pukul 06.25 pagi menuju beberapa bandara International hingga nanti akhirnya tiba di Fukuoka. Karena berdomisili di Surabaya, maka harus ke Jakarta sehari sebelumnya. Suami menyarankan agar sempat istirahat, maka harus sampai Jakarta sore hari, dan mencari hotel terdekat. Saya mengambil ...

Read more

#4 Orang-orang Istimewa (3) : Rajo is not Idiot!

Bahkan sebelum berangkat ke #Karatsu, percik-percik keajaiban seperti titik-titik merah yang saling terhubung. Saat pembuatan visa di Konjen Jepang Surabaya, “Mbak Sinta?” Seseorang menyapa. Saya tak mengenalnya. Who is he? Lalu ia menyebutkan nama dan MasyaAllah! Inikah orang yang disebut-sebut mas Ali Muakhir? Inikah orang yang begitu upload sesuatu, para blogger ramai mengomentari dan sharing? ...

Read more

#3 Orang-orang Istimewa (2) : Man’s Search for Meaning

Bertemu seseorang, pikiran ini melesat ke jajaran buku-buku di rumah. Bila ia sebuah buku, apakah judulnya? Sepasang sahabat yang sejak dulu diam-diam saya kagumi, mengingatkan pada sebuah buku monumental karya Viktor Frankl : Man’s Search for Meaning. Gagasan Frankl menolak pleasure principle Freud, ia pun tak setuju dengan will to power Adler. Bagi Frankl, manusia ...

Read more