Luangkan Beberapa Menit Harimu : Impian, Harapan, Kekecewaan, menuju Langkah Besar(Satu Jam Menulis dalam Milad FLP)
Juara I Lomba Essay Palestina 2011
FLP Mengajari, Mendidik, Membantuku Menjadi Penulis Seperti Sekarang
FLP Mengajari, Mendidik, Membantuku Menjadi Penulis Seperti Sekarang
Seperti yang sudah lazim diketahui orang. Bakat 1 %, sisanya kerj keras. Menjadi penulis pun begitu. Banyak orang bertanya : saya gak punya bakat tapi suka nulis, bagaimana caranya? Sama seperti para penulis lain, saya pun kebingungan. Gimana sih cara nulis yang baik, yang bisa tembus media, yang memberi kesan mendalam pada pembaca? Saya emang suka nulis, tapi kan cuma diary. Trus corat coret di kertas atau buku bekas. Waktu itu masih ada majalah Annida. Rasanya pasti…..bangga kalau nama kita dan cerpen tertera di situ. Bangga bahwa dalam hidup ini, jejak kita, pemikiran, memberi manfaat buat orang lain. Harap-harap cemas, saya rajin mengirim ke Annida baik cerpen ataupun lomba. Alhamdulillah menang 2x, beberapa cerpen pun dimuat. Lalu sesudahnya? Timbul pertanyaan-pertanyaan. Mending nulis kumpulan cerpen atau kirim cerpen-cerpen ke majalah/media? Mending nulis puisi? Mending nulis novel? Mending nulis non fiksi atau fiksi? Sebetulnya…..saya itu bisanya nulis apa siiiiih?
Akhirnya…bergabunglah di FLP. FLP, tempat saya bergabung karena disitu berisi para penulis capable, ternyata memberi banyak pembelajaran.
Pembelajaran pertama.
Hal-hal yang harus dilakukan saat Anda menggenggam Existere :
1. Doa
Doa, adalah intisari ibadah. Doa adalah senjata kaum mukminin. Doa buat siapa? Berdoa buat diri sendiri agar tak terjerumus seperti para saudari kita, siapa yang bisa menjamin hidayah? Selain itu tentu juga mendoakan mereka-mereka yang tengah tersesat jalan agar diri kita dan anak cucu keturunan terjauh dari musibah zina.
Tentunya, kita juga terus berdoa agar pemerintah semakin concern untuk mengentaskan bangsa ini dari keterpurukan. Kita tentu tak dapat mencontoh Red Light District Belanda, yang terkenal dengan bisnis prostitusi.
Selain doa, tentu dibutuhkan upaya sistematis dengan memilih pejabat yang bermartabat dan menyiapkan perangkat system yang melindungi bangsa ini agar lebih cemerlang di mata dunia.
- 2. Siapkan stabillo
BEDAH NOVEL EXISTERE di PESTA BUKU JAKARTA
Kata yang Membuatmu sakti!
Ow, ternyata aku yang harusnya sekolah di SEKOLAH PENA FLP Jatim. Hari I : motivasi menulis disampaikan oleh mas Haikal Hira Habibillah . Kata mas Amin, Kalamedina, mas Haikal lah yang membuatnya dulu terpompa untuk semangat menulis. Masa sih? Ingin kubuktikan sendiri.
Aku mengenal mas Haikal sejak beliau menjabat ketua FLP Jatim periode II, menggantikan mas Bahtiar. Dan sama seperti rata2 umumnya ikhwan/lelaki FLP kita : low profile (sudah kutulis kan tentang Jaka FLP Sumsel dan Ady Azzumar?)
Apa yang disampaikan mas Haikal kucatat kembali, membuatku kembali bangkit untuk terus membaktikan diri dengan menulis. Ini mungkin yang perlu disimak teman-teman sebagai bahan oleh-oleh bagi yang belum sempat mencicipi sepotong kue Sekolah Pena 🙂
Semoga yang kurekam tentang apa yang disampaikan mas Haikal bermanfaat untuk banyak orang yang membaca.
