Sssst, ada EXISTERE di KOMPAS Minggu 17 Oktober 2010
ilham khoiri
Dulu kover atau sampul buku di Indonesia nyaris hanya menjadi sarana memajang judul saja. Seiring perkembangan teknologi cetak dan visual, sampul buku kian beragam sesuai selera desainer dan penerbit.
Lihat saja kover novel Jejak Langkah karya Pramoedya Ananta Toer, sastrawan terkemuka kita, yang diterbitkan ulang oleh Lentera Dipantara tahun 2006. Buku ketiga dari tetralogi karya Pulau Buru ini pernah diterbitkan Hasta Mitra tahun 1980-an dan dilarang pada zaman Orde Baru.
Sampul itu berwarna coklat pastel dengan fokus seorang laki-laki sedang mengetik. Latar belakangnya, sebuah bangunan dengan sejumlah orang sibuk berdiskusi. Samar-samar terselip juga halaman koran Medan Prijaji.



