Siapakah Agus Sofyan, di balik FLP Jawa Timur?

 

Aneh rasanya, jika saya pada akhirnya tidak memperkenalkan sosok yang satu ini, setelah saya menuliskan tentang Lutfi Hakim alias Adam Muhmmad. Sungguh, bukan kampanye premature atau penggalanganmassa. Saya sering merasa sangat berterima kasih kepada para Maskulin di FLP : ustadz Fathoni, ustadz Syukur Mirhan, Aferu Fajar, Faishal, Syahrizal, Faris Khoirul Anam, Mashdar Zainal, Lukman Hadi, Muhsin, mas Bahtiar, mas Haikal…(mohon maaf jika ada yg lupa). Kalau kaum Feminin di FLP sangat banyak, bahkan FLP sempat dijuluki Forum Lingkar Perempuan. Maka kaum Maskulin di FLP ibarat penguat sendi2 FLP alias masih ada tenaga untuk dimintai angkut-angkut barang atau antar jemput kesana kemari 😀

            Suatu saat, ada acara ke yogya.

            Seorang teman muslimah pernah bertanya bertahun lalu : ”…suami mbak gakpapa mbak pergi jauh tanpa anak-anak sama sekali?” begitulah kira-kira.

            Tanpa diminta, sang muslimah tersebut bercerita bla-bla-bla tentang suaminya.

Enaknyaaaaa….

            “Wah, pak Agus tuh setia banget ya, nganter jemput bu Sinta.”

            “Aku mau juga punya suami kayak gitu!”

Read more

Suhu Beladiri :Salah Satu Pembicara Bedah Buku Takhta Awan

 

Suhu Beladiri :

Salah Satu Pembicara Bedah Buku Takhta Awan

   
Siapa pembicara dalam acara bedah buku Takhta Awan?

            Mungkin teman-teman penulis, pembaca dan rekan-rekan FLP belum mengenal Mas Mochamad Amien, atau lebih sering dipanggil mas Amien. Mungkin juga bertanya, mengapa pembicara kali ini jauh dari dunia literasi?

            Mas Amien salah satu guru (atau biasa dunia kang-ouw memanggil ‘suhu’) dalam beladiri asliIndonesia, silat. Keahlian beladirinya menyebabkan beliau melanglang mancanegara dan kelilingIndonesia.China,Tajikistan,Uzbekistan, benua Eropa. Selain kelilingIndonesiatentunya. Mas Amien pernah cukup lama berkecimpung sebagai wartawan, bergabung bersama salah satu televisi swasta terkenal. Ia pengamat sejarah, terutama yang berkaitan dengan sejarah beladiri, terutama beladiri yang diusung para pendekar muslim.

 Return of The Condor Heroes & Kitab Zodam

Read more

FLP Mengajari, Mendidik, Membantuku Menjadi Penulis Seperti Sekarang

FLP Mengajari, Mendidik, Membantuku Menjadi Penulis Seperti Sekarang

            

Seperti yang sudah lazim diketahui orang. Bakat 1 %, sisanya kerj keras. Menjadi penulis pun begitu. Banyak orang bertanya : saya gak punya bakat tapi suka nulis, bagaimana caranya? Sama seperti para penulis lain, saya pun kebingungan. Gimana sih cara nulis yang baik, yang bisa tembus media, yang memberi kesan mendalam pada pembaca? Saya emang suka nulis, tapi kan cuma diary. Trus corat coret di kertas atau buku bekas. Waktu itu masih ada majalah Annida. Rasanya pasti…..bangga kalau nama kita dan cerpen tertera di situ. Bangga bahwa dalam hidup ini, jejak kita, pemikiran, memberi manfaat buat orang lain. Harap-harap cemas, saya rajin mengirim ke Annida baik cerpen ataupun lomba. Alhamdulillah menang 2x, beberapa cerpen pun dimuat. Lalu sesudahnya? Timbul pertanyaan-pertanyaan. Mending nulis kumpulan cerpen atau kirim cerpen-cerpen ke majalah/media? Mending nulis puisi? Mending nulis novel? Mending nulis non fiksi atau fiksi? Sebetulnya…..saya itu bisanya nulis apa siiiiih?

Akhirnya…bergabunglah di FLP. FLP, tempat saya bergabung karena disitu berisi para penulis capable, ternyata memberi banyak pembelajaran.

Pembelajaran pertama.

Read more

EXISTERE di acara World Book Day, 23 April 2011 : Peta Prostitusi dan Penyebab timbulnya PSK Jalanan & PSK elite

EXISTERE di acara World Book Day, 23 April 2011 : Peta Prostitusi dan Penyebab timbulnya PSK Jalanan & PSK elite

      

            Silakan membaca ulasan di bawah . Lebih dari mengernyitkan dahi, semoga kita dapat merenung dan mengambil langkah-langkah tepat bagi bangsa ini.

Suatu kehormatan tersendiri ketika YPPI (Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia) meminta buku Existere dibedah pada acara World Book Day. Sekali lagi, banyak ilmu yang didapat dari acara sharing/diskusi macam ini. Bukan itu saja, semangat untuk menulis terpompa tiap kali buku kita mendapat apresiasi dan kritik.

Peta Prostitusi & Penyebab

 

Read more

Takudar, The Road to The Empire I&II, Metodologi Penulisan Historical Fiction

 

            Berapa lama sudah menuliskan tentang Takudar?

            Kalau tidak salah, saya pertama kali menuliskan tokoh ini sekitar tahun 1999-2000, berarti selama sepuluh tahun tanpa henti saya terus mencari dan berusaha menuliskan Takudar. Setelah munculnya 4 novel yang terkait Takudar; ada banyak pujian (Alhamdulillah) dan juga kritik tajam tentang cara saya menuliskan tokoh sejarah yang satu ini.

 

  1. Singa-singa di Padang Kekuasaan – terbit dengan judul Sebuah Janji
  2. Ksatria Syakhrisyabz – terbit dengan judul  The Lost Prince
  3. Singgasana Halimun – terbit dengan judul The Road to The Empire (I)
  4. The Road to The Empire II

 

 

Read more

PRO KONTRA PENUTUPAN DOLLY : BEDAH EKSKLUSIF BUKU EXISTERE BERSAMA TOKOH FEMINIS, LSM HIV /AIDS, PEKERJA SEKS, PEMERINTAH TERKAIT

Red Light. Kramat Tunggak. Saritem. Dolly? Kawasan prostitusi satu demi satu ditutup. Bagi mereka yang “alergi” atas nama agama, coba dari sudut pandang kemanusiaan. Perempuan yang ketika muda melayani hingga 30 lelaki semalam, perempuan yang menempel foto anak-anak mereka di dinding sebagai pengingat. Perempuan yang hamil dan tetap melayani. Sebuah nisan, 12 buah, di belakang ...

Read more

Sssst, ada EXISTERE di KOMPAS Minggu 17 Oktober 2010

Ekspresi Seni dalam Sampul
Minggu, 17 Oktober 2010 | 04:05 WIB

 ilham khoiri

Dulu kover atau sampul buku di Indonesia nyaris hanya menjadi sarana memajang judul saja. Seiring perkembangan teknologi cetak dan visual, sampul buku kian beragam sesuai selera desainer dan penerbit.

Lihat saja kover novel Jejak Langkah karya Pramoedya Ananta Toer, sastrawan terkemuka kita, yang diterbitkan ulang oleh Lentera Dipantara tahun 2006. Buku ketiga dari tetralogi karya Pulau Buru ini pernah diterbitkan Hasta Mitra tahun 1980-an dan dilarang pada zaman Orde Baru.

Sampul itu berwarna coklat pastel dengan fokus seorang laki-laki sedang mengetik. Latar belakangnya, sebuah bangunan dengan sejumlah orang sibuk berdiskusi. Samar-samar terselip juga halaman koran Medan Prijaji.

Read more

SENSASI EXISTERE : tekateki dunia prostitusi

SENSASI EXISTERE : teka teki dunia prostitusi

(Laporan bedah buku di sentra da’wah AL HARAMAIN, 22 Agst 2010)

Dunia prostitusi, membuat banyak orang penasaran & bertanya-tanya. Apa iya EXISTERE hanya sekedar mengambil setting Dolly sebagai sensasi saja, best seller, menerima setumpuk royalty? Untuk apa sih menulis dunia pelacuran? Apa sebetulnya yang ingin mbak Sinta sampaikan? Kalaupun ada harapan, harapan yang seperti apa tentang dunia prostitusi? Pertanyaan yang tak kalah penting : menurut mbak Sinta, mungkinkah dunia prostitusi dihapuskan?

EXISTERE memang ditulis sejak lama, 2007 mulai aku pindah ke Surabaya. Banyak latar belakang yang membuatku ingin menulis novel tentang dunia ini. Aku ingin tahu, benarkan semata-mata alasan ekonomi yang membawa mereka kesana? Alasan immoral? Broken home?

Maka penaku menari diiringi semangat nasehat Muhammad Iqbal : penamu, ibarat tongkat penaka Musa membelah lautan.

Read more