#10 Catatan Seoul : Makanan Seoul

  Selama di Seoul, saya sudah mencoba beberapa menu makanan. Tapi nggak semua cocok di lidah sih. Rata-rata, masakan matang beli di sekitar Itaewon. Langganan kami Makan Restaurant. Hehe...ketahuan banget nama warungnya menyasar rakyat Indonesia yang kelaparan sesudah mendaki Itaewon. Letaknya persir di depan Itaewon, agak ke kiri. Harga masakan  per menu rata-rata 10.000 won, ...

Read more

#9 Catatan Seoul : Insadong Sijak ~ yang Unik & Tak Ada di Tempat Lain!

  Pasar Insadong adalah pasar terkenal di Seoul. Layaknya pasar seni tradisional, menjual keramik, hiasan dinding, lukisan hangul dan masih banyak lagi . Harus berhati-hati membelanjakan uang di Insadong. Kalau tidak, ludes dompet! Sasaran saya pertama kali adalah gantungan kunci.Maklum , keponakan banyak dan murid juga banyak. Harga 1 set 8.000 won, isi 10 biji. ...

Read more

#8 Catatan Seoul : Supaya Tidak Tersesat Naik Bus di Seoul

  Bus adalah alternatif kedua paling  nyaman di Seoul. Insyaallah, jika sudah tahu sedikit jalurnya, relatif aman. Kadang, di beberapa perhentian, penjelasan hanya huruf Hangul. Yang nggak ngerti buta deh. Tapi yang ada penjelasan bahasa Inggrisnya , bisa kita baca. Setiap perhentian (bus stop) selalu ada pemberitahun lewat visual atau audio yang menjelaskan kita sampai ...

Read more

#7 Catatan Seoul : Supaya Tidak Tersesat di Seoul ~ Aplikasi Subway

Saya kapok tersesat! Capek, tahu. Malu lagi, hehe... Salah satu aplikasi yang dapat diunduh adalah ini, Subway Application. Enak banget! Dan nggak perlu koneksi internet atau wifi. Tentunya download dulu aplikasinya pas ada jaringan ya! Tinggal ketik , misal Hongik Station (departure) menuju Anguk Station (arrival). Akan muncul aplikasi naik line berapa, transit dimana, berapa ...

Read more

#6 Catatan Seoul :Tersesat di Seoul ~ harus 3 kali seperti sunnah ke Itaewon!

Masak saya harus mengulang hingga 3 x sih, seperti sunnah, jika yakin nggak tersesat? Tapi  itulah saya hehe... Kali  pertama ke Itaewon Mosque diantar teman, selamat. Kali kedua, hiks...hiks...mau  nangis deh. Kali ketiga, alhamdulillah lancarrrr. Saya cerita yang kedua ya? “Naik 110 B , bis hijau, turun di Hamilton Hotel,” kata teman saya Nabila dan ...

Read more

#5 Catatan Seoul : Tersesat di Seoul ~ Mana Anguk Station?

    Saya jenis orang yang kata suami,navigasinya jelek banget! Patokan  jalan sering tidak akurat : pagar hijau, bangunan tingkat, patung batu. Di Indonesia, masih gampang kalau kesasar. Tinggal tanya orang.Di Seoul? Ketika nanya ke orang : Yeong-geo hal su isseoyo? Do you speak English? ( saya belajar dari Learning Korean for Beginners di youtube) ...

Read more

#4 Catatan Seoul :Rooftop ~ Tempat tinggal jenis lain di Seoul

    Selain ada paviliun seperti saya, ada juga lho mahasiswa yang tinggal di rooftop. Mungil ya? Rooftop ini seperti apartemen tapi jauh lebih sederhana. Penyewanya seperti  memanfaatkan atap rumah untuk ruangan yang memungkinkan disewa. Atapnya juga nggak terlalu tinggi. Tapi ruangan yang disediakan lumayan buat dua orang. Seperti pasangan suami istri tuan rumah yang ...

Read more

#3 Catatan Seoul : Seoul Art Space Yeonhui

    Lingkungan asri ini memang dibangun untuk para writers atau penulis. Tempatnya masih di Seoul, akses kemana-mana mudah, sebab nggak jauh dari Hongik University Station. Convenience Store juga tinggal jalan 5 menit, mau ke Saruga tinggal jalan 15 menit. Ke Itaewon cukup jauh, 45 menit namun aksesnya gampang banget.   Seoul Art Space Yeonhui terletak di ...

Read more

#2 Catatan Seoul : Jangan Remehkan Koin!

  Saat anda ke kota-kota besar, apalagi ke mancanegara, pasti bayangannya bawa uang besar supaya aman kan? Tahukah bahwa di Hong Kong dan Seoul saya diselamatkan oleh koin? Ini kronologisnya : Biasanya, kita butuh komunikasi dengan teman-teman satu tim atau teman pemandu yang sudah tahu situasi setempat. Nggak mudah buat mendapatkan nomer lokal.  Biasanya, kita ...

Read more

#1 Catatan Seoul : Mengapa Saya Bisa Tiba di Seoul?

Apa yang menyebabkan saya bisa sampai ke Seoul? Karena sebuah cerpen berjudul Sedekah Minus yang terbit tahun 2012 di Republika.   Suatu ketika, Profesor  Koh Yun dari Malays Studies menelepon dan menanyakan cerpen-cerpen saya yang pernah terbit di koran. Saya ajukan beberapa cerpen  seperti Sarha dan Sedekah Minus. Tak dinyana, cerpen Sedekah Minus terpilih oleh ...

Read more