Hal-hal yang harus dilakukan saat Anda menggenggam Existere :
1. Doa
Doa, adalah intisari ibadah. Doa adalah senjata kaum mukminin. Doa buat siapa? Berdoa buat diri sendiri agar tak terjerumus seperti para saudari kita, siapa yang bisa menjamin hidayah? Selain itu tentu juga mendoakan mereka-mereka yang tengah tersesat jalan agar diri kita dan anak cucu keturunan terjauh dari musibah zina.
Tentunya, kita juga terus berdoa agar pemerintah semakin concern untuk mengentaskan bangsa ini dari keterpurukan. Kita tentu tak dapat mencontoh Red Light District Belanda, yang terkenal dengan bisnis prostitusi.
Selain doa, tentu dibutuhkan upaya sistematis dengan memilih pejabat yang bermartabat dan menyiapkan perangkat system yang melindungi bangsa ini agar lebih cemerlang di mata dunia.
- 2. Siapkan stabillo
BEDAH NOVEL EXISTERE di PESTA BUKU JAKARTA
Up Close n Personal dengan Pemateri Sekolah Pena FLP Jawa Timur
SEKOLAH PENA FLP(Forum Lingkar Pena) Wilayah Jawa Timur
Lumayan, Nggak apa-apa, Terserah
Nasehat Klise Menulis : Tulislah apa yang kau bisa!
Pernah mendengar kalimat ini ketika mengikuti talkshow, seminar, bedah buku, pelatihan, dll dsb etc yang terkait dengan menulis?
Pasti pernah! Ini kalimat wajib yang disampaikan oleh para penulis yang sudah punya karya ketika testimoni dan diberikan lemparan pertanyaan : bagaimana langkah awal menulis? Gimana sih cara menulis padahal kepala kita dipenuhi gudang ide?
Tulislah apa yang bisa kau tulis!
Ups, itu jawaban buat para trainer ketika mengisi penulisan buat FLP kids, FLP remaja, dewasa, penulis muda-madya-handal.
Basi ah.
Gak ada jawaban atau amunisi yang lebih menggigit dari ”Tuliskan apa yang bisa kau tulis?!”
Hmh. Klise. Basi. Sudah sering dipakai. Stephen King juga bilang begitu!
