FLP Mengajari, Mendidik, Membantuku Menjadi Penulis Seperti Sekarang

FLP Mengajari, Mendidik, Membantuku Menjadi Penulis Seperti Sekarang

            

Seperti yang sudah lazim diketahui orang. Bakat 1 %, sisanya kerj keras. Menjadi penulis pun begitu. Banyak orang bertanya : saya gak punya bakat tapi suka nulis, bagaimana caranya? Sama seperti para penulis lain, saya pun kebingungan. Gimana sih cara nulis yang baik, yang bisa tembus media, yang memberi kesan mendalam pada pembaca? Saya emang suka nulis, tapi kan cuma diary. Trus corat coret di kertas atau buku bekas. Waktu itu masih ada majalah Annida. Rasanya pasti…..bangga kalau nama kita dan cerpen tertera di situ. Bangga bahwa dalam hidup ini, jejak kita, pemikiran, memberi manfaat buat orang lain. Harap-harap cemas, saya rajin mengirim ke Annida baik cerpen ataupun lomba. Alhamdulillah menang 2x, beberapa cerpen pun dimuat. Lalu sesudahnya? Timbul pertanyaan-pertanyaan. Mending nulis kumpulan cerpen atau kirim cerpen-cerpen ke majalah/media? Mending nulis puisi? Mending nulis novel? Mending nulis non fiksi atau fiksi? Sebetulnya…..saya itu bisanya nulis apa siiiiih?

Akhirnya…bergabunglah di FLP. FLP, tempat saya bergabung karena disitu berisi para penulis capable, ternyata memberi banyak pembelajaran.

Pembelajaran pertama.

Read more

Mau Rezeki Lebih Baik : Jodoh, Peluang Rezeki? Sstt, Coba Hafalkan Quran!

Mau Rezeki Lebih Baik : Jodoh, Peluang Rezeki? Sstt, Coba Hafalkan Quran!

   

            Memory ini cukup lama mengendap, sayangnya tidak kutuliskan, hingga sanad dan siapa yang meriwayatkan aku lupa. Tetapi inti ceritanya insyaAllah masih terekam jelas. Dialog dan alur cerita, aku luweskan agar lebih mudah dimengerti.

 1. Ibu dengan 7 anak yang menghafal Quran, rezeki tak disangka!

Read more

Ustadzah Yoyoh Yusroh dan aku : Impian kami tentang Gaza

Ustadzah Yoyoh Yusroh dan aku : Impian kami tentang Gaza


Pertama kali bertatap muka, adalah ketika aku dan suami masih tinggal di Medan, sekitar tahun 1995.

Ustadzah datang atas undangan sebuah acara, dengan segala kesederhanaannya beliau bercerita tentang da’wah. Aku sempat bertanya, bagaimana anak-anak jika ditinggalkan untuk berda’wah? Bukankah sebagai ibu kita juga harus mengawasi anak-anak?

Aku masih ingat betul nasehat beliau, kurang lebih demikian : “…..kalau kita titipkan pada Allah SWT, insyaAllah akan dijaga.”

Apa yang menjadi keyakinan beliau, terbukti. Berapa banyak anak yang ditunggui ibunya, tapi tidak tumbuh dalam keimanan? Beliau meninggalkan anak-anaknya untuk urusan da’wah dan insyaAllah, anak-anak beliau tumbuh dengan baik. Tentu, pendapat ini bukannya menghimbau semua muslimah keluar rumah, tetapi ketika panggilan da’wah adalah keharusan dan tidak ada orang lain, maka kemana lagi menitipkan keluarga dan anak-anak jika bukan kepada Yang Maha Penjaga?

Read more

Existere : Mainstream Baru Novel Islami ; Sastra Da’wah & Sastra Pembelajaran (rangkuman dari kritik DR. Ahyar Anwar & Rahmawati Latief MSoc.Sc)

 

Suatu pelajaran berharga yang tidak dapat ditakar dengan uang , hanya kesyukuran dan ucapan hamdallah, ketika karya kita di apresiasi dan dibedah langsung oleh mereka yang memang bergelut di bidang literasi. DR. Ahyar Anwar, dengan kalimat lugas dan cenderung ‘pedas’ memberikan banyak masukan kepada karya-karya FLP secara keseluruhan. Sesuatu yang pantas direnungkan agar para pejuang pena FLP senantiasa istiqomah – teguh di jalan perjuangan, itqon – sempurna menyelesaikan karya-karyanya.

Di bawah ini rangkuman dari pemaparan DR. Ahyar Anwar, yang saya lengkapi dengan penjelasan sesuai referensi yang ada.

• ada beberapa metode untuk menjelaskan sesuatu. Misalnya dunia pelacuran. Prostitusi dapat dibahas dengan kacamata sosiologi, antropologi, sastra dengan salah satu eksponennya berupa novel. Novel dapat melampaui fakta itu sendiri (dalam 9 Jawaban Sastra – Maman S. Mahayana : fiksi sudah mengolah fakta melalui perenungan, penghayatan, hikmah yang diambil dari kacamata si penulis) .

Read more

PEKAN LITERASI FLP UNIVERSITAS HASANUDDIN, MAKASSAR & BEDAH BUKU EXISTERE Forum Lingkar Pena Ranting Universitas Hasanuddin Kembali Menghadirkan Pekan Literasi Dengan Tema  " Budaya Literasi : Gerbang Menuju World Class University” Puncak Acara pekan Literasi 12 Maret 2010 @ Auditorium Prof. Amiruddin Bedah Buku EXISTERE Oleh Sinta Yudisia Pembedah: Pembedah:  Rahmawati Latief (mantan ketua FLP ...

Read more

Takudar, The Road to The Empire I&II, Metodologi Penulisan Historical Fiction

 

            Berapa lama sudah menuliskan tentang Takudar?

            Kalau tidak salah, saya pertama kali menuliskan tokoh ini sekitar tahun 1999-2000, berarti selama sepuluh tahun tanpa henti saya terus mencari dan berusaha menuliskan Takudar. Setelah munculnya 4 novel yang terkait Takudar; ada banyak pujian (Alhamdulillah) dan juga kritik tajam tentang cara saya menuliskan tokoh sejarah yang satu ini.

 

  1. Singa-singa di Padang Kekuasaan – terbit dengan judul Sebuah Janji
  2. Ksatria Syakhrisyabz – terbit dengan judul  The Lost Prince
  3. Singgasana Halimun – terbit dengan judul The Road to The Empire (I)
  4. The Road to The Empire II

 

 

Read more

Surat Cinta dari Mrs. Rehab Shubair, Menteri Kewanitaan Gaza Palestina

Assalamu’alaykumwrwb.

Rekan-rekan…bersyukurlah kita mendapatkan perhatian penuh cinta dari saudari-saudari di Gaza. Dalam kesibukan da’wah, meeka sempat mengirimkan email ini, tolong sebarkan demi kesehatan orang-orang yang kita cintai dan kasihi…

 

 

 

 Answer the phone by LEFT ear

استخدم اذنك اليسرى للمكالمات بالهاتف الجوال

  Do not drink coffee TWICE a day
لا تشرب أكثر من فنجانين من القهوة في اليوم

Do not take pills with COOL water

Read more

Kelas Tahsin? Ih, memalukan…..!

Setiap pagi, anak-anak kuminta setor hafalan.

Nis masih di juz 30, Ahmad masuk juz 29 sementara Ayyasy juz 1. Inayah sendiri kuberi dispensasi sebab di kelas 3 SMP kesibukannya terlalu padat. Setidaknya, setiap malam dan ba’da Shubuh kuminta anak-anak meramaikan rumah dengan bacaan Quran.

Aku sendiri termasuk orang yang suka menghafal, terutama untuk surat-surat yang terkait dengan amal sholih dan jannah-jahannam. Setiap pagi atau sore, sembari menyusuri jalan Nginden-Bratang-Ngagel-Pucang- hingga sekolah Inayah lalu kembali ke rumah kami di daerah Rungkut; kulafazkan Sab’atul Munjiat. Membaca Quran sepanjang jalan kuharap bisa menenangkan fikiran agar tak gugup saat melintasi padat nya lalu lintas Surabaya.

Read more