Bedah Buku Takhta Awan di Probolinggo :Sisi Positif (dan Negatif) Menulis -MIggu 18/09/11

 

Bedah Buku Takhta Awan di Probolinggo :

Sisi Positif (dan Negatif) Menulis

 

            Adakah sisi negative seorang penulis?

            Tentu ada.

            Saat menulis , dikejar deadline, ide pas lagi muncul….wah, nevermind pekerjaan lain. Malas keluar rumah, ngobrol sama tetangga. Maunya bercengkrama dengan laptop melulu. Bukan hanya itu. Kondisi fisik menurun, malam-malam berlalu tanpa istirahat, pembuluh darah membengkak baik di kaki maupun di bagian (maaf : belakang). Meja kerja berantakan, tak menjawab SMS apalagi telefon yang masuk.Ada yang mau main ke rumah? Aduuh, jangan dulu deh. Lagi dikejar deadline, ntar editor ngamuk atau pendaftarann lomba tutup!

            Selalu ada sisi negative meski tak sama.

            Tetapi banyak pula sisi positif.

Read more

FLP Mengajari, Mendidik, Membantuku Menjadi Penulis Seperti Sekarang

FLP Mengajari, Mendidik, Membantuku Menjadi Penulis Seperti Sekarang

            

Seperti yang sudah lazim diketahui orang. Bakat 1 %, sisanya kerj keras. Menjadi penulis pun begitu. Banyak orang bertanya : saya gak punya bakat tapi suka nulis, bagaimana caranya? Sama seperti para penulis lain, saya pun kebingungan. Gimana sih cara nulis yang baik, yang bisa tembus media, yang memberi kesan mendalam pada pembaca? Saya emang suka nulis, tapi kan cuma diary. Trus corat coret di kertas atau buku bekas. Waktu itu masih ada majalah Annida. Rasanya pasti…..bangga kalau nama kita dan cerpen tertera di situ. Bangga bahwa dalam hidup ini, jejak kita, pemikiran, memberi manfaat buat orang lain. Harap-harap cemas, saya rajin mengirim ke Annida baik cerpen ataupun lomba. Alhamdulillah menang 2x, beberapa cerpen pun dimuat. Lalu sesudahnya? Timbul pertanyaan-pertanyaan. Mending nulis kumpulan cerpen atau kirim cerpen-cerpen ke majalah/media? Mending nulis puisi? Mending nulis novel? Mending nulis non fiksi atau fiksi? Sebetulnya…..saya itu bisanya nulis apa siiiiih?

Akhirnya…bergabunglah di FLP. FLP, tempat saya bergabung karena disitu berisi para penulis capable, ternyata memberi banyak pembelajaran.

Pembelajaran pertama.

Read more

EXISTERE di acara World Book Day, 23 April 2011 : Peta Prostitusi dan Penyebab timbulnya PSK Jalanan & PSK elite

EXISTERE di acara World Book Day, 23 April 2011 : Peta Prostitusi dan Penyebab timbulnya PSK Jalanan & PSK elite

      

            Silakan membaca ulasan di bawah . Lebih dari mengernyitkan dahi, semoga kita dapat merenung dan mengambil langkah-langkah tepat bagi bangsa ini.

Suatu kehormatan tersendiri ketika YPPI (Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia) meminta buku Existere dibedah pada acara World Book Day. Sekali lagi, banyak ilmu yang didapat dari acara sharing/diskusi macam ini. Bukan itu saja, semangat untuk menulis terpompa tiap kali buku kita mendapat apresiasi dan kritik.

Peta Prostitusi & Penyebab

 

Read more

Takudar, The Road to The Empire I&II, Metodologi Penulisan Historical Fiction

 

            Berapa lama sudah menuliskan tentang Takudar?

            Kalau tidak salah, saya pertama kali menuliskan tokoh ini sekitar tahun 1999-2000, berarti selama sepuluh tahun tanpa henti saya terus mencari dan berusaha menuliskan Takudar. Setelah munculnya 4 novel yang terkait Takudar; ada banyak pujian (Alhamdulillah) dan juga kritik tajam tentang cara saya menuliskan tokoh sejarah yang satu ini.

 

  1. Singa-singa di Padang Kekuasaan – terbit dengan judul Sebuah Janji
  2. Ksatria Syakhrisyabz – terbit dengan judul  The Lost Prince
  3. Singgasana Halimun – terbit dengan judul The Road to The Empire (I)
  4. The Road to The Empire II

 

 

Read more

Sssst, ada EXISTERE di KOMPAS Minggu 17 Oktober 2010

Ekspresi Seni dalam Sampul
Minggu, 17 Oktober 2010 | 04:05 WIB

 ilham khoiri

Dulu kover atau sampul buku di Indonesia nyaris hanya menjadi sarana memajang judul saja. Seiring perkembangan teknologi cetak dan visual, sampul buku kian beragam sesuai selera desainer dan penerbit.

Lihat saja kover novel Jejak Langkah karya Pramoedya Ananta Toer, sastrawan terkemuka kita, yang diterbitkan ulang oleh Lentera Dipantara tahun 2006. Buku ketiga dari tetralogi karya Pulau Buru ini pernah diterbitkan Hasta Mitra tahun 1980-an dan dilarang pada zaman Orde Baru.

Sampul itu berwarna coklat pastel dengan fokus seorang laki-laki sedang mengetik. Latar belakangnya, sebuah bangunan dengan sejumlah orang sibuk berdiskusi. Samar-samar terselip juga halaman koran Medan Prijaji.

Read more

Hal-hal yang harus dilakukan saat Anda menggenggam Existere :

 1.     Doa

 Doa, adalah intisari ibadah. Doa adalah senjata kaum mukminin. Doa buat siapa? Berdoa buat diri sendiri agar tak terjerumus seperti para saudari kita, siapa yang bisa menjamin hidayah? Selain itu tentu juga mendoakan mereka-mereka yang tengah tersesat jalan agar diri kita dan anak cucu keturunan terjauh dari musibah zina.

 Tentunya, kita juga terus berdoa agar pemerintah semakin concern untuk mengentaskan bangsa ini dari keterpurukan.  Kita tentu tak dapat mencontoh Red Light District Belanda, yang terkenal dengan bisnis prostitusi.

Selain doa, tentu dibutuhkan upaya sistematis dengan memilih pejabat yang bermartabat dan menyiapkan perangkat system yang melindungi bangsa ini agar lebih cemerlang di mata dunia.

  1. 2.    Siapkan stabillo

 

Read more

Up Close n Personal dengan Pemateri Sekolah Pena FLP Jawa Timur

UP CLOSE n PERSONAL dengan PEMATERI SEKOLAH PENA FLP JAWA TIMUR Bagi rekan-rekan yang masih belum mengenal siapa saja calon pemateri dari Sekolah Pena FLP Jatim :  1. Bahtiar HS Bahtiar Hayat Suhesta nama lengkapnya, keahliannya membuat tulisan-tulisan non fiksi sekalipun cerpennya pun beragam. Jejak Surga Sang Nabi (LPPH) adalah karyanya yang membuat pembaca serasa ...

Read more