Kata yang Membuatmu sakti!
Ow, ternyata aku yang harusnya sekolah di SEKOLAH PENA FLP Jatim. Hari I : motivasi menulis disampaikan oleh mas Haikal Hira Habibillah . Kata mas Amin, Kalamedina, mas Haikal lah yang membuatnya dulu terpompa untuk semangat menulis. Masa sih? Ingin kubuktikan sendiri.
Aku mengenal mas Haikal sejak beliau menjabat ketua FLP Jatim periode II, menggantikan mas Bahtiar. Dan sama seperti rata2 umumnya ikhwan/lelaki FLP kita : low profile (sudah kutulis kan tentang Jaka FLP Sumsel dan Ady Azzumar?)
Apa yang disampaikan mas Haikal kucatat kembali, membuatku kembali bangkit untuk terus membaktikan diri dengan menulis. Ini mungkin yang perlu disimak teman-teman sebagai bahan oleh-oleh bagi yang belum sempat mencicipi sepotong kue Sekolah Pena 🙂
Semoga yang kurekam tentang apa yang disampaikan mas Haikal bermanfaat untuk banyak orang yang membaca.
Palestinaku & Mavi Marmara (sudah kuposting lama di multiply & fb)
Habibie & Ainun
Up Close n Personal dengan Pemateri Sekolah Pena FLP Jawa Timur
KURIKULUM SEKOLAH PENA FLP JAWA TIMUR
SEKOLAH PENA FLP(Forum Lingkar Pena) Wilayah Jawa Timur
Lumayan, Nggak apa-apa, Terserah
Nasehat Klise Menulis : Tulislah apa yang kau bisa!
Pernah mendengar kalimat ini ketika mengikuti talkshow, seminar, bedah buku, pelatihan, dll dsb etc yang terkait dengan menulis?
Pasti pernah! Ini kalimat wajib yang disampaikan oleh para penulis yang sudah punya karya ketika testimoni dan diberikan lemparan pertanyaan : bagaimana langkah awal menulis? Gimana sih cara menulis padahal kepala kita dipenuhi gudang ide?
Tulislah apa yang bisa kau tulis!
Ups, itu jawaban buat para trainer ketika mengisi penulisan buat FLP kids, FLP remaja, dewasa, penulis muda-madya-handal.
Basi ah.
Gak ada jawaban atau amunisi yang lebih menggigit dari ”Tuliskan apa yang bisa kau tulis?!”
Hmh. Klise. Basi. Sudah sering dipakai. Stephen King juga bilang begitu!
