Surat Cinta dari Mrs. Rehab Shubair, Menteri Kewanitaan Gaza Palestina
Assalamu’alaykumwrwb.
Rekan-rekan…bersyukurlah kita mendapatkan perhatian penuh cinta dari saudari-saudari di Gaza. Dalam kesibukan da’wah, meeka sempat mengirimkan email ini, tolong sebarkan demi kesehatan orang-orang yang kita cintai dan kasihi…
Answer the phone by LEFT ear
استخدم اذنك اليسرى للمكالمات بالهاتف الجوال
Do not drink coffee TWICE a day
لا تشرب أكثر من فنجانين من القهوة في اليوم
Do not take pills with COOL water
Sssst, ada EXISTERE di KOMPAS Minggu 17 Oktober 2010
ilham khoiri
Dulu kover atau sampul buku di Indonesia nyaris hanya menjadi sarana memajang judul saja. Seiring perkembangan teknologi cetak dan visual, sampul buku kian beragam sesuai selera desainer dan penerbit.
Lihat saja kover novel Jejak Langkah karya Pramoedya Ananta Toer, sastrawan terkemuka kita, yang diterbitkan ulang oleh Lentera Dipantara tahun 2006. Buku ketiga dari tetralogi karya Pulau Buru ini pernah diterbitkan Hasta Mitra tahun 1980-an dan dilarang pada zaman Orde Baru.
Sampul itu berwarna coklat pastel dengan fokus seorang laki-laki sedang mengetik. Latar belakangnya, sebuah bangunan dengan sejumlah orang sibuk berdiskusi. Samar-samar terselip juga halaman koran Medan Prijaji.
Kelas Tahsin? Ih, memalukan…..!
Setiap pagi, anak-anak kuminta setor hafalan.
Nis masih di juz 30, Ahmad masuk juz 29 sementara Ayyasy juz 1. Inayah sendiri kuberi dispensasi sebab di kelas 3 SMP kesibukannya terlalu padat. Setidaknya, setiap malam dan ba’da Shubuh kuminta anak-anak meramaikan rumah dengan bacaan Quran.
Aku sendiri termasuk orang yang suka menghafal, terutama untuk surat-surat yang terkait dengan amal sholih dan jannah-jahannam. Setiap pagi atau sore, sembari menyusuri jalan Nginden-Bratang-Ngagel-Pucang- hingga sekolah Inayah lalu kembali ke rumah kami di daerah Rungkut; kulafazkan Sab’atul Munjiat. Membaca Quran sepanjang jalan kuharap bisa menenangkan fikiran agar tak gugup saat melintasi padat nya lalu lintas Surabaya.
Islamic Psychoterapy – Al Ilaj An Nafs
Apa yang terbayang dalam benak anda ketika mendengar kata Psikologi? Orang gila, tes IQ, Psikoanalisa Freud yang nyeleneh, atau apa?
Awalnya, ketika ingin kuliah lagi di sastra, Suami tidak membolehkan. “Ngapain, Mi? Kalau Psikologi kan bagus buat ilmu mendidik anak-anak.”
Begitulah, setengah terpaksa saya duduk di sana, belajar tentang sejarah Psikologi dan ‘nenek moyang’ Psikologi : Filsafat ( Filsafat Umum, Filsafat Manusia, Filsafat Ilmu & Logika).
Semester I dan II, masih belum tahu mau kemana sekalipun IP Alhamdulillah, 4. Semester III dan IV terus berjalan. Lama-lama semakin penasaran, pun saya tak hanya menelan apa yang diberikan dosen. Literatur lain dari para ulama muslim, kliping koran, jurnal-jurnal psikologi saya coba fahami dan telaah. Belajar, belajar dan terus mencoba mengkaji.
SENSASI EXISTERE : tekateki dunia prostitusi
SENSASI EXISTERE : teka teki dunia prostitusi
(Laporan bedah buku di sentra da’wah AL HARAMAIN, 22 Agst 2010)
Dunia prostitusi, membuat banyak orang penasaran & bertanya-tanya. Apa iya EXISTERE hanya sekedar mengambil setting Dolly sebagai sensasi saja, best seller, menerima setumpuk royalty? Untuk apa sih menulis dunia pelacuran? Apa sebetulnya yang ingin mbak Sinta sampaikan? Kalaupun ada harapan, harapan yang seperti apa tentang dunia prostitusi? Pertanyaan yang tak kalah penting : menurut mbak Sinta, mungkinkah dunia prostitusi dihapuskan?
EXISTERE memang ditulis sejak lama, 2007 mulai aku pindah ke Surabaya. Banyak latar belakang yang membuatku ingin menulis novel tentang dunia ini. Aku ingin tahu, benarkan semata-mata alasan ekonomi yang membawa mereka kesana? Alasan immoral? Broken home?
Maka penaku menari diiringi semangat nasehat Muhammad Iqbal : penamu, ibarat tongkat penaka Musa membelah lautan.
Berita Duka Menjelang Ramadhan
EXISTERE & PESTA BUKU JAKARTA, ISTORA SENAYAN
EXISTERE & PESTA BUKU JAKARTA, ISTORA SENAYAN
Sabtu 3 Juli 2010
Jakarta Ahad pagi.
Welcome to the capital city of Indonesia that’s very busy. Uh, akhirnya sampai juga di Jakarta untuk ke sekian kali yg biasanya hanya kutonton di televisi. Hm, meski Jakarta tak kusukai sebagai tempat tinggal, tetap saja ada yang positif ttg Jakarta. Bis bandara yg hanya 20 ribu (di Surabaya gak ada!); angkutan yg bisa kemana-mana (di Surabaya rada2 susah). Ada Monas (di Surabaya gak ada, he…), ada Pesta Buku Jakarta ( di Surabaya juga nggak ada).
Dan…
inilah pertama kali aku membedah novel EXISTERE, novel yang kutulis sejak 2007.
Sebelum ke acara bedah novel, kami berfoto2 dengan crew LPPH yg selama ini hanya kukenal suaranya via telepon. Yg sudah pernah face to face mb Dee , mas Taufan E.Prast, Azzura Dayana juga Asiyah. Yg benar2 baru bertemu kemarin : mb Nita, Astri, Dini, Santi, Lian Kagura, dan…mas Ratno. Kupikir masih single ei, ternyata…(emang mau dipasangin sama siapa, mb Sinta? Ada aja deh)
Pernik-pernik Persiapan Ramadhan
Bahagianya jadi muslim. Setiap tahun ada waktu jeda, istirahat sejenak, melapangkan hati, memantapkan pikiran. Punya waktu lebih bersama keluarga, berlimpah rezeqi, berlomba dalam kebaikan. Capek memang, mana ada puasa nggak capek? Apalagi biasanya agenda Ramadhan bukannya menyusut, malah berlipat-lipat.
Beberapa pengalaman kecilku di bawah ini mungkin berharga :
1. Mengajak anak-anak puasa Ini masih 29 Juni, sekolah masuk pertengahan Juli. tahu sendiri kan apa keluhan ibu-ibu semasa liburan? “ Anakku di rumah makan dan ngemil melulu! Harus sedia buanyaaakk jajan. Sedikit-sedikit bilang : ada kue nggak? Sudah gitu…berantem aja sama saudara. Namanya lagi nggak ada kegiatan.” Paling2 kegiatan di sini hanya sholat ke masjid, main bersama teman2. Aktivitas sehari2 yang capek di sekolah sedang ditiadakan. Hitung2 memberi waktu para guru buat bernafas lega. Mendidik anak2 sekarang nggak gampang lho…
Anak2 mulai kuberi tahu
Hal-hal yang harus dilakukan saat Anda menggenggam Existere :
1. Doa
Doa, adalah intisari ibadah. Doa adalah senjata kaum mukminin. Doa buat siapa? Berdoa buat diri sendiri agar tak terjerumus seperti para saudari kita, siapa yang bisa menjamin hidayah? Selain itu tentu juga mendoakan mereka-mereka yang tengah tersesat jalan agar diri kita dan anak cucu keturunan terjauh dari musibah zina.
Tentunya, kita juga terus berdoa agar pemerintah semakin concern untuk mengentaskan bangsa ini dari keterpurukan. Kita tentu tak dapat mencontoh Red Light District Belanda, yang terkenal dengan bisnis prostitusi.
Selain doa, tentu dibutuhkan upaya sistematis dengan memilih pejabat yang bermartabat dan menyiapkan perangkat system yang melindungi bangsa ini agar lebih cemerlang di mata dunia.
- 2. Siapkan stabillo



